Sedari kecil kita bersama
senantiasa kita tertawa bahagia
seakan hari-hariku selalu terasa berbinar
kau adalah saudaraku
bersama saling melngkapi kekurangan
tanpa ada rasa takut sedikitpun kita lalui bersama
hingga tiba disaat kita beranjak dewasa
entahku tak tau apa maksud dirimu
hingga tiba waktu dimana kau menghianati persahbtan kita
seakan hariku terasa kelam dan hitam
penghianatan yang kau beri padaku
seakan menggores luka hati yang teramat dalam
demi dirinya kau tega membenci diriku
seseorang yang bertindak salah kau bela mati-matian
dan kau tak memercayaiku lagi
kau tak mengerti kebenaran apa yang terjadi
hingga kini kau memusuhiku
semoga kita dapat bersama kembali sahabat
meski itu hanya sebentar
untuk sahabtku.....
Arsip Blog
Kamis, 29 Desember 2016
UNTUK SAHABATKU
Rabu, 28 Desember 2016
Suasana malam hariku
Dalam keheningan malam yang begitu
dingin
Ku melangkah menapaki jalan tanpa
ada keraguan
Lampu kota menghiasi sisir jalanan
Didampingi alunan sepatu mengiringi
langkahku
Sendirian tanpa ada kawan merangkul bersama
diriku
Asal kau tau saja
Begitu kejamnya dunia malam
dipinggiran jalan
Sekan aku melihat betapa mengerikan
kejadian yang ada
Namun sisi gelap jalanan menganggap itu
hal biasa
Aku sadar tak nampak dimata dunia
seakan aku benalu dalam lingkup kehidupan mereka
ku salalu mengalami melihat dan
mendengar
kekerasan serta cemo’ohan yang didasari
dengan kata jijik dan kotor
terlepas dari itu semua aku takdapat
bergerak dan mengatakan sebuah aspirasi
begitu angkuhnya kehidupan dunia malam
hari
apalagi untuk orang-orang seperti
diriku ini
yang entah berantah berteduhpun
tiada mengerti
aku selalu menggangap bahwa bumi ini
adalah rumah yang kumiliki
ku lalui hidup tanpa ada pertolongan
siapapun
ku tak mengharap belas kasihan dari
orang manapun
aku tidaklah hina
namun selalu saja ocehan orang yang
kudapati
danprasangka buruk yang selalu
mendatangi diriku
betapa berat beban hidup yang
kupikul sendirian
ditambah dengan tas ransel kumuh
yang selaluku bawa dipunggungku
aku tidak bersalah atas siapapun
namun mengapa aku selalu dihakimi
dan disalahkan
Oleh orang yang menganggap bahwa
dirinya selalu benar
Padahal aku tidak merugikan daripada
mereka
Namun apalah daya aku tak punyai
emas permata dan sebuah jabatan
Sehingga pandangan mereka selalu
buruk kepadaku
Oh.Tuhanku ampuni dosaku
Yang hidup hanya sekali dan rasa
perih datang berkali
Namun rasa syukurku tak ternilai
untukmu...
Salam hangat dariku.
Langganan:
Komentar (Atom)